nih, beberapa Cerpen ku yang ku buat di kala aku masih menginjak bangku SMP ^^
enjoy reading guys :)
Cinta Kecil yang Tumbuh Dewasa
Hari ini sungguh terasa sepi, hmm, sama sih seperti hari-hari
sebelumnya,
Jelas, karena aku sama sekali ngga punya teman.untuk beradaptasi pun aku susah, apalagi mengikuti dan mengerti dunia mereka -para gadis masa kini- walaupun dalam pelajaran aku selalu dapat nilai A.
Terkadang ingin rasa berubah, seperti cewek pada umumnya.
Tapi aku masih mempunyai teman, teman sejak kecil sih, namun sayangny
dia cowok,
dia itu terkenal kocak, baik, keren, lucu dan dewasa -terbilang cukup dewasa di umur sekitar 16th-.
Anehnya, dia masih juga sering jalan bareng sama aku, sampe-sampe nih ya
fans2ny itu pernah ngejambak rambut ku -__-
Tapi yah mau gimana lagi? dia sudah kuanggap kakak ku sendiri
Perkenalkan, namaku Hilary Maya, umur 16th, lahir di Perth, 5 Oktober, tinggi badan 157cm, berat badan 45 kg, alamat ..... eh tunggu sebentar, kok kaya mau masuk casting aja ya? yaudah cukup sekian dan terima kasih :D
Nah, tadi kan aku ceritain tuh aku punya teman kecil, namanya Sean Swift, dia ini kerabatnya yang punya pabrik buat bikin mobil swift itu lho. hehehehe
Oh ya, aku juga punya teman karib, namanya Velanica Azola. dia ini orangnya baik banget, cantik lagi, lucu dan dewasa, cuma yah, dia juga lugu kaya aku ._.
Aku sih, sebenarnya seneng di dekatny Sean, yah bisa dikatakan aku ingin selalu bersamanya.
"Hai may :)" sapa Vela dgn lembut
"hai vel, ada apa ?" sahutku yang masih terpaku dengan buku comic kesuakaanku
"ngga ada apa-apa :p" jawab vela menaruh tas slempangnya
"km ini .." aku masih tak mendengarkan nya berbicara panjang lebar, yah palingan ngomongin William sobatnya Sean.
"hei, kamu ngga dengerin omongan ku ya? ohya tadi di cariin Sean tuh.." Deg. mendengar namanya membuat ku berhenti membaca buku kesayangan ku ini. aku hanya menatap Vela dengan tatapan bertanya "serius?" tapi aku takut dia menyalahartikan
"kenapa? tajam amat tatapanmu, eh jangan2 kamu demen ya sama Sean .." tebakan ku benar, dia pasti menyalahartikan lagi -_-
"ah kmu ini" lanjut ku sambil membaca comic yang tertunda sementara
"yah, dia ngambek, eh eh, william lewat, kesempatan nih, duluan ya may "ucapny sembari berlari mengejar lelaki idamanny itu. aku hanya masih terdiam melihat comic yang berkisah cinta bertepuk sebelah tangan ini. akankah aku seperti tokoh dalam cerita ini? yang hanya melihatnya dari kejauhan dan berharap lebih? chintyasantika@yahoo.co.id
Ya, aku memang menyukai Sean, sudah lama, cuma aku ngga berani mengungkapkanny. ya bertepuk sebelah tangan deh. apalagi banyak yang mengatakan kalau Vela lah yang lebih cocok bersanding dengan Sean. menurutku secara objektif sih iya. cocok. tapi apakah boleh ku menyimpan rasa ini?
"awas kebakaran !!" teriak seseorang yang berhasil mengagetkanku
"ah mana ??" sontak tubuhku bereaksi dengan meloncat
"hahaha, kamu tuh lucu banget ya may" senyum lelaki yang terlihat manis tanpa gula.
"Sean Swift!!"
"hahaha kenapa? ganteng yaa" ucapnya sambil mengibas-ibaskan poni -atau jambul atau apalah itu- nya yang panjang itu
"sialan, jelek gitu dibilang ganteng, tak gunting ya?" ucapku bersiap mengejarny
"iya, ayo sini kalo berani, kejar aku dulu hahhaah" tawany sambil berlari
Yah, seperti ini lah pagi yang biasa ku jalani, ada saja kejailan Sean yang membuat ku gemas dan ingin menggigitny -eh-
1 bulan 3 minggu 2 hari kemudian
"eh may, menurutmu Sean itu gimana sih?" tanya Vela di sela-sela perbincangan ku dengannya
"Sean? jelek, nyebelin, ngga asyik deh!" sahut ku sambil memakan bekal ku
"eh serius? kalo gitu aku boleh dong suka sama dia, kamu ga keberatan kan?" sahut ny sambil mengambil sosis gurita di dalam kotak bekal ku. Disaat bersamaan, debaran jantung ku meronta seperti ada pisau yang menusuk. sesak, iya ini terasaa sangat menyesakan.
"may? boleh kan?"
"oh, eng pastinya boleh dong" balas ku sambil berusaha tersenyum tipis
"kalo gitu mulai besok aku deketin dia ahh .. makasi ya may, kamu emang sahabat terbaik ku :) aku mau ke kelas dulu ya, bye mayaa"
"i .. iya .." aku terdiam melihat Vela dengan feminimny berjalan ke kelas,
tunggu sebentar. akankah aku merelakan Sean, cowok yang ku idamkan dari kecil untuk seorang sahabat ku yang aku kenal baru menginjak SMA? bukankah Vela sedang dekat dengan William?
apa yang harus aku lakukan? apa aku hanya bisa berdiam diri terpaku melihat nya bersama orang lain? saking bingungnya tak kuhabiskan bekal kesukaan ku ini, dan segera meranjak ke kelas.
------------------------------
Ini sudah hari ke 7 mereka akrab dan tak menyapa ku. aku pun mulai kesal dan ngga tahan dengan sikap mereka yang seperti itu. akhirnya kuputuskan untuk mengajak Sean ke sebuah resto untuk membicarakan ini. Aku telat datang, Namun kulihat Vela di sana entah bersama siapa. entah dari kapan dia sudah di samping Sean. ku kumpulkan segenap tenaga ku untuk membentak mereka.
" Vel! lo ngapain deket-deket Sean?!" bentak ku
menarik tangan Sean
"kenapa May ?" tanya Sean dengan lembut
"Sean, gue tuh suka sama lo! tapi gie ngga berani
ngungkapinnya, dan asal lo tau, Vela tuh udah jadian sama William! ga sakit hati lo?!" sahut ku dengan ucapan yang menggebu-gebu. rasanya ingin meledak,
"gue tau, gue tau kok Vela itu udah jadian sm Wiliam, trus mau lo apa?" tanyany dengan tatapan tajam namun teduh. aku pun terdiam sejenak. tiba-tiba mulutku membuka dan mengatakan hal yang tak pernah ku katakan sebelumnya. "lo .. lo .. lo mau ga jadi pacar gue?"
"yeess, usaha kita berhasil" teriak Vela
"maksud lo ?" tanya ku yang masih sedikit ketus ke Vela
"gini, gue tuh sengaja nglakuin ini demi lo cewek misterius.." kata Vela sambil merangkul wiliam
aku hanya terdiam, tak mengeluarkan sepatah kata pun.
"May, aku mau kok jadi pacar kamu" ucap Sean sambil mencubit pipi ku
"ja .. jadi ini rencana kalian ?" sahut ku yang masih dalam ketidak mengertian
"jelas, hehehe , hebat kan rencana gue" ucap Wiliam dengan PD ny
"iss , si abang ini" sahut vela tersipu malu
melihat mereka berdua berbalas gombal, Sean pun mendekati Maya.di elusnya rambut sepinggang yang baru kali ini terurai rapi.
"so, how about us?" tanya Sean
"what's ur opinion?" ucap ku tersenyum
"i think we must try like them. aren't u want it right?"
aku hanya bisa mengangguk bahagia, dan seketika Sean memelukku erat.
sejak saat itu, aku mulai beradaptasi dengan sekitar, dan memiliki banyak teman.
Namun bukan berarti banyak teman banyak pacar ya :)
pacarku cuma satu. hati ku cuma satu. yaitu hanya untuk dia, Sean.
TAMAT
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Tunggu ya cerita lain nya ^^

Tidak ada komentar:
Posting Komentar