Kamu,
bayangmu,
suaramu,
kelembutan hatimu,
perhatianmu,
senyummu,
dan segala tentang mu masih berbekas,
berbekas, meninggalkan luka,
luka ...
chintyasantika@yahoo.co.id
Sakit ...
iya ini begitu menyakitkan ..
seperti teriris,
teriris secara perlahan,
perlahan namun tak pasti ..
Muak ..
Bosan ..
Lelah ..
Bingung ..
dan Kesendirian ..
Tapi ..
ini sudah cukup menyakitkan ..
Berhenti ..
chintyaa.nitiyanii
Oke, aku berhenti,
berhenti memikirkanmu,
berhenti menyayangimu,
berhenti ...
bayangmu mulai kabur,
lenyap tak berbekas,
Gelap. iya semua terasa gelap dan sunyi,
gelap dan sunyi ..
seperti hati ini ..
ah sudah lah,
semakin ku memikirkan,
semakin jelas bayangmu,
harusnya bayangmu sudah lenyap, kan ?
tapi,
memori otak ku terlalu banyak menyimpan semua tentangmu,
susah?
iya, seperti yang kau pikirkan,
ini susah untuk di lupakan,
kenangan manis yang kau buat,
iya, memang aku yang salah,
menyianyiakan mu,
meninggalkan mu,
orang yang ternyata sangat aku perlukan,
baiklah,
cukup sudah,
mulai sekarang,
akan ku coba,
menepis bayangmu,
tak peduli dengan mu,
dan berusaha meninggalkan rasa ini,
agar rasa ini lenyap,
tak berbekas seperti yang lalu,
terimakasih atas segalanya
selamat tinggal ..
bayangmu,
suaramu,
kelembutan hatimu,
perhatianmu,
senyummu,
dan segala tentang mu masih berbekas,
berbekas, meninggalkan luka,
luka ...
chintyasantika@yahoo.co.id
Sakit ...
iya ini begitu menyakitkan ..
seperti teriris,
teriris secara perlahan,
perlahan namun tak pasti ..
Muak ..
Bosan ..
Lelah ..
Bingung ..
dan Kesendirian ..
Tapi ..
ini sudah cukup menyakitkan ..
Berhenti ..
chintyaa.nitiyanii
Oke, aku berhenti,
berhenti memikirkanmu,
berhenti menyayangimu,
berhenti ...
bayangmu mulai kabur,
lenyap tak berbekas,
Gelap. iya semua terasa gelap dan sunyi,
gelap dan sunyi ..
seperti hati ini ..
ah sudah lah,
semakin ku memikirkan,
semakin jelas bayangmu,
harusnya bayangmu sudah lenyap, kan ?
tapi,
memori otak ku terlalu banyak menyimpan semua tentangmu,
susah?
iya, seperti yang kau pikirkan,
ini susah untuk di lupakan,
kenangan manis yang kau buat,
iya, memang aku yang salah,
menyianyiakan mu,
meninggalkan mu,
orang yang ternyata sangat aku perlukan,
baiklah,
cukup sudah,
mulai sekarang,
akan ku coba,
menepis bayangmu,
tak peduli dengan mu,
dan berusaha meninggalkan rasa ini,
agar rasa ini lenyap,
tak berbekas seperti yang lalu,
terimakasih atas segalanya
selamat tinggal ..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar